Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab mengatur respons tubuh terhadap stres. Ini juga penting untuk beberapa fungsi, seperti mengatur tekanan darah, gula darah dan metabolisme, mengendalikan siklus tidur-bangun dan menekan peradangan.

Tahukah Anda bahwa kortisol yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan seseorang? Kondisi abnormal yang dikenal sebagai sindrom Cushing ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, kecemasan, depresi, sakit kepala, diabetes, penyakit jantung, serta masalah memori dan konsentrasi.

Kortisol, juga dikenal sebagai hormon stres, diproduksi oleh kelenjar adrenal dan produksinya diatur oleh hipotalamus otak. Tingkat kortisol seseorang bervariasi sepanjang hari, dan normal bagi seseorang untuk memiliki tingkat kortisol yang tinggi sesekali. Namun, ketika tubuh secara konsisten menunjukkan kadar kortisol yang tinggi, itu bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang mendasarinya.

Apa yang menyebabkan kortisol tinggi?

1. Stres: Saat tubuh mengalami stres, kelenjar adrenal melepaskan hormon, termasuk adrenalin dan kortisol, sebagai bagian dari respons lawan atau lari terhadap situasi tersebut. Produksi kortisol biasanya akan berkurang setelah ancaman berlalu. Namun, ketika tubuh berada di bawah tekanan terus-menerus, produksi kortisol tidak berhenti sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, masalah paru-paru, obesitas, kecemasan, dan depresi.

2. Malfungsi kelenjar hipofisis: Ketika ada masalah dengan kelenjar hipofisis, hal itu dapat menyebabkan produksi hormon yang kurang atau berlebihan. Kelenjar hipofisis yang terlalu aktif dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.

3. Tumor: Tumor pada kelenjar adrenal, baik jinak maupun ganas, dapat menyebabkan produksi kortisol berlebih. Hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang diproduksi oleh tumor di kelenjar hipofisis juga dapat meningkatkan kadar kortisol.

4. Efek samping obat: Penggunaan obat tertentu seperti kontrasepsi oral meningkatkan kadar kortisol. Penggunaan jangka panjang obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengobati asma, radang sendi dan kanker tertentu juga dapat menyebabkan tingginya kadar kortisol.

Tanda-tanda peringatan sindrom cushing:

Anda mungkin perlu melakukan tes darah jika Anda memiliki gejala berikut:

  • Kenaikan berat badan terutama di bagian wajah dan perut
  • Peningkatan kecemasan dan perubahan suasana hati
  • Kelelahan dan nyeri otot
  • Sering buang air kecil
  • Menstruasi tidak teratur dan infertilitas pada wanita
  • Infeksi yang sering
  • Tekanan darah tinggi
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wanita
  • Perubahan libido
  • Sering patah tulang
  • Rasa haus yang berlebihan

Bagaimana cara mengelola kadar kortisol yang tinggi?

Membuat perubahan gaya hidup tertentu seperti tidur yang cukup, berolahraga dan menghindari alkohol dan nikotin dapat membantu mengurangi kadar kortisol. Berlatih meditasi, latihan pernapasan, membatasi pemikiran stres, dan terlibat dalam hobi dan aktivitas menyenangkan juga dapat membantu.

Diterbitkan oleh Medicaldaily.com

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *